Apoteker .
Profesi yang saya cintai, namun sayangnya masih kurang dikenal diantara masyarakat Indonesia.
Masih suka ikutan Bakti Sosial terkait kesehatan, membuat saya semakin menyadari kurangnya masyarakat mengenal profesi saya.
Tak terhitung berapa kali saya dipanggil Dok atau sus setiap kali saya berusaha menjelaskan informasi terkait obat.
Saya berusaha memperkenalkan diri dengan menyebut "Saya Anita, Apoteker yang akan menjelaskan obat anda".
Ini ikhtiar saya, langkah kecil saya dalam memperkenalkan sisi lain profesi saya, bukan cuma dikenal sebagai penjual obat atau bekerja di pabrik obat (itupun oleh sebagian orang).
Saya tidak akan menyalahkan orang lain atau profesi lain karena kurang terkenalnya profesi saya.
Mungkin profesi saya yang kurang memperkenalkan diri. Mungkin profesi saya yang menampilkan citra yang salah.
Tapi,
Saya percaya, entah itu awalnya hanya ke puluhan orang, akan menyebar ke ratusan, ribuan orang lain yang teredukasi tentang peran Apoteker sebagai partner masyarakat dalam pengobatan.
Dan saya tahu, saya tidak sendiri.
Teman sejawat saya di luar sana juga sedang berjuang dengan caranya masing-masing.
Banyak yang sudah lebih dulu berjuang dibanding saya yang masih bau kencur ini.
Perubahan itu tidak instan, kawan.
Kita masih berjuang. Dan semoga tidak pernah letih berjuang.
Saya percaya, suatu saat nanti, masyarakat Indonesia akan mengenal dan mempercayai Apoteker sebagai partner dalam pengobatan.
"Hargai Profesimu, hargai Profesi orang lain.
Dan orang pun akan menghargai Profesimu"
Saya pun masih belajar.
Terus belajar.
Dan semoga saya, tidak salah dalam memperkenalkan citra profesi saya.

