(bismillah, akhirnya setelah sekian lama aku bisa menuliskan pengalaman ini.
perjalanan penuh makna, sarat persahabatan)
PIMFI atau Pekan Ilmiah Mahasiswa Farmasi Indonesia, salah satu proker dari ISMAFARSI (Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia ? ) yang diadakan setiap dua tahun sekali. Tahun ini, yang menjadi host adalah Universitas Tanjung Pura di Pontianak, Kalimantan Barat.
delegasi dari UI ada 8 orang, 2 tim debat (tim basith abel ridho dan tim ifa sesha caul) serta aku dan ika yang akan mengikuti lomba Patient Counseling.
keberangkatan dimulai penuh kesialan.
dari pesawat yang diudur dari jam 9 jadi jam 11, lalu ga dapet seat untuk penerbangan jam 11, lalu dapet jadwal jam 12.50 lalu ternyata pesawat baru berangkat jam 17! bayangkan segala kesia-siaan waktu yang didapat. maskapainya, itu lho yang emang akhir2 ini sering banget berita delay nya. huft!
akhirnya mendaratlah di Pontianak jam 19.00. luar biasaaaa,, baru nyampe badan lepek langsung capcus ke acara pembukaan. Allahuakbar. masih nyeret koper bahkan. gontok-gontokan sama panitia untuk tempat tinggal (jangan bayangkan bakal tidur di hotel, bayangin aja seminggu bayar 650.000, ngarep hotel? hahhahaa. untung udah terbiasa tidur disegala medan)
lomba patient counseling diadakan tanggal 31 malam, dan dari sistem sebenernya cukup berbeda dibandingkan yang lain. masa penyisihan pake esai? ya wis masih sabar. banyak hal sebenernya yang aneh, tapi sudah lah, mari kita kenang manisnya saja :D
setelah penyisihan dan pengumuman belum juga, acara aku sama ika cuma nonton lomba debat. tim ifa gugur di penyisihan, tim basith gugur di seperdelapan final. makin sakit perut lah aku sama ika. ya Allah, satu-satunya doa yang selalu terucap adalah aku ga mau malu-maluin almamater ini!!
ga enak makan (bohong, makanan di pontianak enak semua. nasi kotak aja enaknya masya Allah) ga enak jalan-jalan (ini beneran) akhirnya aku dan ika masuk final. yeyeyyy
dua delegasi, dua-duanya masuk final.
ada almamater lain yang kirim banyak tapiiiii (ups. hihiihii)
sayangnya, saat final delegasi UI yang lain ga ada yang nontonin kita. akhirnya aku dan ika saling menguatkan satu sama lain.
saat perform, ternyata aku dan ika sama-sama ga kelar, tapi kita legaaaa banget. pengumuman diberikan besok malamnya, dan sekaraaannggg WAKTUNYA SENANG_SENANG!!
malam abis lomba delegasi ui langsung ngalong jalan-jalan beli oleh-oleh hahahhaa
besoknya, saat tim ifa pulang, aku dan ika cari temen lain buat jalan-jalan. akhinya berkoalisi dengan delegasi ugm yang sekamar sama kita (Prisnu) dan rahma, kita nekat cabut ditengah workshop sambil ngajak ridho lalu cari penyewaan mobil pake GOOGLE. PARAH BANGET!!
perjalanan bocah-bocah yang berkembang dengan tambahan fahmi, eka dan abel melintas dari bakso (lupa namanya), eskrim petrus (enak banget), alun-alun kapuas, rumah adat, naik sampan di kapus, ke masjid pertama di Pontianak, kuetiaw apolo, belanja belanji di jalan patimuraa
PUAS!!
malamnya pengumuman dan begonya aku dan ika ga ada yang bawa dress cantik astagaaaa.. akhirnya hasil ngubek-ubek tas kita berangkat ke acara ISMAFARSI AWARD
udah dag dig dug banget karena aku dan ika takuuttt banget ga bisa banggain si almamater kuning ini.
tapi Alhamdulillah Allah berkehendak lain. aku mendapatkan juara 2 Patient Counseling Event dan ika juara tiga. juara satunya ITB. tapi alhamdulillah kami bisa mendapatkan dua dari tiga piala. hehehhehe
begitulah rangkuman cerita PIMFI kemaren. tanggal 4 nya kami pulang dengan delay (lagi) setelah sebelumnya makan kepiting di pinggir kapuas (enak banget!)
mari kembali ke kenyataan hidup :D
buat foto besok2 yaaa ini lagi susah buat upload
PIMFI 2013 (30 Agustus-4September 2013)
Diposting oleh
Unknown
on Jumat, 20 September 2013
/
Comments: (0)
k.a.r.m.a
Diposting oleh
Unknown
on Senin, 16 September 2013
/
Comments: (0)
karma, iya karma
istilah untuk tiap hal yang kita lakukan akan kembali lagi pada kita
namun di agamaku,
setiap hal, entah itu baik atau buruk, sebesar zarah pun akan diperhitungkan oleh Allah swt
biar lebih gampang, mari kita sebut karma saja
aku pernah disakiti oleh orang yang paling aku sayang
lalu berharap orang tersebut akan merasakan hal yang sama
dan saat itu tiba, aku ingin sekali agar aku ikut terlibat dalam cerita itu
aku pikir, aku akan menikmati saat itu. akan merasa bahagia dalam keputusasaannya
namun kamu tau apa yang aku dapat?
iya, dia mendapatkan karmanya
orang yang paling disayanginya sedang sakit
dan dia melibatkan aku dalam cerita
bertanya untuk pengobatan dan terapi
aku, dengan seluruh kepatuhanku pada profesi yang ingin aku capai
sudah bersumpah dalam hati
untuk memberikan pelayanan terbaik pada siapapun yang datang padaku
memberikan informasi obat yang aku tau
memberikan terapi pendukung untuk kesembuhan pasien
aku ada dalam cerita
aku tau saat dia mendapatkan karmanya
namun yang salah adalah
aku ga bahagia
aku malah sedih
ada dalam cerita malah membuat aku menderita
namun disatu sisi,
sumpah yang udah kupatrikan dalam hati ini begitu kuat
mungkin ini pembelajaran
menjadi pelayan masyarakat tidak bisa memilih
sumpah profesi yang akan kuucapkan saat sumpah Apoteker 2 tahun lagi (amin) tengah menempaku sekarang
menjadi seorang praktisi kesehatan tidak pernah bisa memilih pasien
istilah untuk tiap hal yang kita lakukan akan kembali lagi pada kita
namun di agamaku,
setiap hal, entah itu baik atau buruk, sebesar zarah pun akan diperhitungkan oleh Allah swt
biar lebih gampang, mari kita sebut karma saja
aku pernah disakiti oleh orang yang paling aku sayang
lalu berharap orang tersebut akan merasakan hal yang sama
dan saat itu tiba, aku ingin sekali agar aku ikut terlibat dalam cerita itu
aku pikir, aku akan menikmati saat itu. akan merasa bahagia dalam keputusasaannya
namun kamu tau apa yang aku dapat?
iya, dia mendapatkan karmanya
orang yang paling disayanginya sedang sakit
dan dia melibatkan aku dalam cerita
bertanya untuk pengobatan dan terapi
aku, dengan seluruh kepatuhanku pada profesi yang ingin aku capai
sudah bersumpah dalam hati
untuk memberikan pelayanan terbaik pada siapapun yang datang padaku
memberikan informasi obat yang aku tau
memberikan terapi pendukung untuk kesembuhan pasien
aku ada dalam cerita
aku tau saat dia mendapatkan karmanya
namun yang salah adalah
aku ga bahagia
aku malah sedih
ada dalam cerita malah membuat aku menderita
namun disatu sisi,
sumpah yang udah kupatrikan dalam hati ini begitu kuat
mungkin ini pembelajaran
menjadi pelayan masyarakat tidak bisa memilih
sumpah profesi yang akan kuucapkan saat sumpah Apoteker 2 tahun lagi (amin) tengah menempaku sekarang
menjadi seorang praktisi kesehatan tidak pernah bisa memilih pasien
